[Now Reading] ~ Profil MTsN 4 Banda Aceh

Profil MTsN 4 Banda Aceh

Admin Kemenag
Kemenag Kota Banca Aceh
Senin, 01 April 2019 10:34:00

Ide berdirinya Madrasah Terpadu NEGERI 4 ini adalah gagasan dari almarhum Bapak Prof. Dr. Safwan Idris, MA.Pada tahun 1990-an, saat itu beliau menjabat Pembantu Rektor, dan penulis adalah asisten beliau dalam mata pelajaran English Teaching Evaluation. Beliau pernah berkata, “ Pak Salam, Insya Allah nanti kita akan dirikan Madrasah Laboratorium untuk IAIN Ar-Raniry, agar mahasiswa IAIN, khususnya dari Fakultas Tarbiyah dapat melaksanakan praktek mengajar dan mengembangkan metodologi pengajaran di sana”.

Pada tahun 1996, ide Dr. Safwan Idris, MA ini disampaikan pada Menteri Agama, Prof. Malik Fajar, dan mendapat sambutan yang positif. Rencananya, siswa yang belajar di Madrasah Laboratorium ini sekaligus menginap di asrama.Tujuannya, agar siswa dibekali dengan ilmu bahasa Arab dan Inggris serta budaya Aceh.Diharapkan setelah tamat nanti mereka dapat menjadi bibit unggul bagi IAIN Ar-Raniry dan Universitas lainnya di Luar Negeri.

Alhamdulillah, pada tahun 1999 pendirian Madrasah Laboratorium IAIN menjadi kenyataan, yaitu pada saat Presiden Republik Indonesia dijabat oleh Bapak Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie. Bapak presiden menganjurkan agar memperhatikan pendidikan di Aceh.Usulan beliau ini mendapat sambutan dan diangkatlah sejumlah guru untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah serta penegerian beberapa madrasah.Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 71 tanggal 22 Maret 1999. Khusus untuk Madrasah Laboratorium IAIN  Darussalam mendapat jatah sebanyak 68 guru, yaitu untuk MTsN 33 orang dan untuk MAN 35 orang. Rencana awalnya tenaga guru  dan syllabus Madrasah Terpadu Rukoh ini ditentukan dan dirancang oleh IAIN Ar-Raniry sedangkan Kanwil Depag mengurus masalah administrasi dan pengangkatan.

Pada saat itu Madrasah Laboratorium ini tidak memiliki Madrasah Ibtidaiyah, maka diambillah Madrasah Ibtidaiyah Rukoh sebagai cikal bakalnya. Hal ini juga yang menyebabkan nama Madrasah Laboratorium ini akhirnya disebut Madrasah Tsanawiyah Rukoh dan Madrasah Aliyah Rukoh yang sebelumnya pernah diberi nama MTsN Ar-Raniry dan MAN Ar-Raniry hingga tahun 2002. Pada awalnya, rencana pembangunan gedung untuk MTs dan MA juga berada di Rukoh terpadu dengan Madrasah Ibtidaiyah, tapi gagal akibat masyarakat Desa Rukoh keberatan karena khawatir lahan lapangan bola kaki mereka terkena proyek pembangunan. Akibat selanjutnya, rencana pembangunan gedung MTs dan MA dialihkan kembali ke komplek IAIN yang berdekatan dengan komplek Madrasah Ibtidaiyah NEGERI 4.

Madrasah terpadu ini berstatus negeri sejak pendiriannya karena telah memiliki tenaga guru negeri dan nama madrasah, yaitu MTsN dan MAN Rukoh, tapi belum memiliki siswa yang cukup. Berkat usaha yang gigih dari Kepala Madrasah Tsanawiyah yang pertama, Drs. Abdul Hamid, dan Kepala Madrasah Aliyah, Drs. Dahlan Sandang, kedua madrasah ini mendapat murid tahun pertama masing-masing. Untuk mendapatkan siswa tersebut tidaklah gampang karena Kepala Madrasah harus turun ke masyarakat mempromosikannya dengan cara pergi ke desa-desa dan menempelkan plakat atau brosur pada pohon, kios, dan ruko yang ada di sana.

Disamping itu, DR. Safwan Idris, MA juga sering mempromosikan madrasah ini melalui ceramah di kampus dan bahkan pada Khutbah Jum’at di Darussalam.Disebutkannya bahwa Menteri Agama segera mengeluarkan SK Negeri bagi Madrasah Laboratorium IAIN oleh karena itu bagi masyarakat dan kalangan dosen di IAINagar memasukkan anak mereka ke madrasah ini.

Gedung yang dipakai untuk tempat pembelajaran MTsN pertama sekali adalah sebagian Gedung Fakultas Ushuluddin yang lama sebanyak 4 ruang dan 2 ruang lagi adalah tempat parkir yang dijadikan ruang belajar. Sedangkan tempat belajar untuk MAN adalah gedung SPU yang telah menjadi komplek Pascasarjana saat ini.

Pada tahun 2000/2001 MTsN pindah tempat ke gedung Micro Teaching Fakultas Tarbiyah disebabkan karena bertambahnya jumlah siswa dan kapasitas ruang belajar di gedung lama sudah tidak memungkinkan lagi. Sementara itu MAN masih berada di Komplek Pascasarjana.

Pada tahun 2002/2003 MTs dan MAN menyatu kembali dan mulai menempati gedung baru yang cukup megah dengan nama MTsN & MAN Rukoh Kota Banda Aceh. Gedung ini dibangun di komplek IAIN dengan biaya bantuan pemerintah.

            Rencana semula tempat pendirian Madrasah Terpadu ini adalah berdekatan dengan Gedung Tarbiyah yang baru karena berdekatan dengan Madrasah Ibtidaiyah Rukoh.Hal ini adalah berdasarkan keinginan Bapak Prof. Dr. Safwan Idris, MA.Namun setelah beliau wafat, keinginan beliau tak terealisasi karena setelah diadakan rapat kedua pihak yaitu dari IAIN dan Kanwil Depag sepakat bahwa tempatnya adalah pada tanah yang diduduki sekarang ini.
 

Semenjak Penegrian Madrasah ini sampai dengan sekarang telah mengalami perubahan, baik perubahan kurikulum yang digunakan, perubahan nama dari MTsN 4 menjadi MTsN 4, maupun pergantian pimpinan madrasah itu sendiri, adapaun pimpinan – pimpinan yang telah menjadi kepala Madrasah pada MTsN ini, sebagai berikut :

            1. Drs. Abdul Hamid                                 Dari tahun 1999 s/d 2004

            2. Drs. Abdussalam, M.Pd                      Dari tahun 2004 s/d 2006

            3. Drs. Abd. Syukur, M.Ag                       Dari tahun 2006 s/d 2008

            4. Zulkifli, S.Ag,M,Pd                                Dari tahun 2008 s/d 2012

            5. Sayuhti, S.Ag                                           Dari tahun 2012 s/d 2014

            6. Drs. Yahya Usman                                Dari tahun 2014 s/d 2018

            7. Nursiah, S. Ag, M. Pd                           Dari tahun 2018 s/d Sekarang

            Selanjutnya MTsN 4 ini, atas dasar letak dan lokasi kedudukan Madrasah di dalam lingkungan UIN Ar-Raniry, maka Model Pelaksanaan Pembelajaran Pada madrasah ini melakaukan Perubahan – perubahan dalam system pembelajaran, yaitu dari Model Pembelajaran biasa, sebagaimana madrasah-madrasah yang lain, berubaha menjadi model pembelajaran  Full Day.

            Ide Pelaksanaan pembelajaran ke Full Day (Lab School) merupakan hasil musyawarah antara Rektorat UIN Ar-Raniry dengan Ka. Kanwil Depag Provinsi Aceh, dan difasilitasi oleh BRR-NAD Nias, pada  bulan  Desember 2006 yang bertempat di UNIAr-Raniry. Selanjutnya Kepala Madrasah Tsanawiyah dikirim oleh Ka.Kanwil Provinsi Aceh Pulau Jawa untuk melakukan Magang Manajemen Kepala Madrasah ke Pulau Jawa ( Sekolah/Madrasah Terfaforit) yang ada di DKI Jakarta selama 1 (Satu) bulan. Kegiatan magang tersebut dibiayai oleh BRR NAD-NIAS.

Setelah melakukan beberapa persiapan untuk menuju Lab School, maka pada awal Tahun pelajaran 2007/2008 di mulailah model pembelajaran Full day sampai dengan sekarang, untuk lebih jelasnya dalam pemaparan Profil ini akan dijelaskan dengan rinci tentang jam pelajaran inovatif yang dilakukan, jadwal waktu pembelajaran dan kegiatan-kegiatan bimbingan serta Ektrakurikuler. Dengan demikian meka menjadi “MTsN 4, LAB SCHOOL BINAAN UIN AR-RANIRY” Kota Banda Aceh

  1. VISI MADRASAH

TERWUJUDNYA SISWA YANG BERIMAN, BERILMU, BERAMAL, BERPRESTASI, DAN BERKARAKTER”.

  1. MISI MADRASAH

Untuk mencapai visi tersebut di atas, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan berdasarkan visi di atas.

  1. Menambah keimanan dan ketaqwaan yang kokoh dan melahirkan kesadaran beribadah serta berakhlaqulkarimah.
  2. Menginternalisasikan dan mengkorelasikan nilai-nilai Islam dalam setiap mata pelajaran serta tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menyelenggarakan proses pengajaran yang dinamis, sinergis, dan inovatif melalui Sistem Mastery Learning yang mampu bersaing dalam era globalisasi.
  4. Meningkatkan kesadaran siswa untuk belajar dan beramal ke arah yang lebih baik dan mencerminkan siswa berkarakter.
  5. Memaksimalkan kegiatan kurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat siswa.
  6. Meningkatkan profesionalisme, proporsionalisme tenaga pendidik dan kependidikan yang berkarakter.
  7. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat untuk mewujudkan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.
Recent Post Artikel
Cut Ainun Jariah
MIN 3 SUKADAMAI KOTA BANDA ACEH
Rabu, 08 Mei 2019
Mubarik, S.Pd.I
MIN 2 MERDUATI KOTA BANDA ACEH
Senin, 06 Mei 2019
Mubarik, S.Pd.I
MIN 2 MERDUATI KOTA BANDA ACEH
Kamis, 02 Mei 2019